Dunia Menurut Saya..

informasi dari penjuru dunia dalam otak mahasiswa es dua

Karno, Norman Wannabe

Maaf, ini bukan Bapak Presiden pertama kita. Bukan pula artis kondang bercirikan tahi lalat di dagu. Ini adalah seorang anggota Polantas Subang Jawa Barat, Bripka Karno Suroyo. “Wahhh, ada apa lagi nih?”, kata pria cepak bernama Budi antusias. Budi memang sangat tertarik dengan segala jenis bentuk angkatan-militer-disiplin sejak masih di kandungan ibunya. Tapi masalahnya, saat ini saya ingin membicarakan Karno, bukan Budi.

Oke. Ada apa dengan Bripka Karno? Sebenarnya awalnya tidak apa-apa, namun setelah ditemukannya video berdurasi 5 menit 30 detik dari Bripka Karno.. “Wah, video! Kaya kasus Ariel nih!”, kata Budi sambil tersenyum lebar sekali. Sekedar informasi, Budi ini sudah hobi menonton film biru sejak pertama kali bisa berjalan. Dan sebenarnya, video ini bukanlah video porno, tapi video berisi atraksi akrobatis Bripka Karno.

..Terlihat Sang Bripka Karno memamerkan keahlian mengatur lalulintas di atas motor patrolinya. Dengan mengerakkan kedua tangannya mengatur lalu lintas, kedua kakinya masih bertumpu di atas pijakan motor yang melaju.

Dengan motor yang berjalan kencang, Karno mampu lepas tangan di tas motor kendati jakan menikung dan menanjak, mampu merebahkan badannya di atas jok dengan beberapa gaya kaki yang ditunjukkannya. Bahkan, ia mampu menyalip mobil dengan lepas tangan dari stir kemudi. Bahkan, atraksi akrobat mengendarai motor patrolinya itu bisa dilakukan dengan kecepatan sekitar 80 km/jam dengan trek lintasna jalan lurus seperti jalur pantura dan jalan kecil dan berkelok seperti selatan Subang yang ramai lalu lalang kendaraan.. (http://www.tribunnews.com/2011/10/11/beredar-video-bripka-karno-akrobat-di-atas-motor-patrolinya)


Bagaimana? Keren bukan? Menurut saya itu 35% keren. “Sisanya?” Engga keren. Menurut saya, yang keren di video itu cuma atraksi akrobatisnya saja. Yang engga keren? Banyak. Kita bahas.

1. Engga keren karena yang melakukan itu seorang Polantas. Polantas seharusnya mengatur jalan, bukannya beratraksi. Dan kalau buat hiburan? Itu dibenarkan. Sama kaya kasus Norman kemarin. Tetapi..

2. Tetep engga keren karena itu dilakukan di jalan umum. Polantas harusnya memberi contoh yang benar dalam berkendara, bukan? Dan itu dilakukan di jalan umum. Beda hal jika beliau melakukannya di arena sirkus, atau sirkuit-lah, yang notabene emang dibuat sebagai tempat untuk menghibur, itu bisa dibenarkan. Kalau jalanan umum, sorry, Bung! Anda tidak layak dapat Bintang! Sama aja kaya anak racing liar yang lain.

Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Bripka Karno sampai melakukan hal ini. Hmm, atau bisa jadi Beliau menginginkan gelar “Pahlawan Subang” mengikuti jejak sang mantan Briptu? Bagaimana menurut Anda?

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: