Dunia Menurut Saya..

informasi dari penjuru dunia dalam otak mahasiswa es dua

Single I’m Okay!

Dunia Menurut Saya - SinglePernahkah terbesit di pikiran kamu buat jadi single? “Anda bagaimana?” Eitss, selow, Sob! Kalo saya engga. Karena saat ini saya sudah single. Uda kejadian ko. Lalu, bagaimana dengan kamu yang saat ini sedang menjalani sebuah hubungan? Kalo menurut pengalaman saya waktu ga single, pasti pernah.

Pikiran yang seringkali keluar saat kita mengalami masalah dalam menjalani hubungan, dimana batu bertemu batu, dan merasa tiada solusi. Merasa lepas if you choose of being single? Sabar dulu, Sob. Jangan cepet-cepet ambil keputusan. Ibarat ilmu ekonomi, semua ada untung-ruginya.

Oke, karena ini Indonesia, biasanya kita lebih seneng good news duluan, inilah keuntungan single:

  1. Single, akan membuat kita merasa free like a bird, itu karena kewajiban kita terhadap sang pacar, ehm, sang mantan, sudah berakhir. Jadi 1 beban berhasil dihapus. Jadi pacaran itu beban? Betul, Sob! Karena se-fun-fun-nya orang pacaran, pasti dia memikirkan juga keadaan sang pacar.
  2. Single, membuat kita semakin dekat dengan orang-orang selain sang mantan, apakah itu keluarga ataupun teman, karena dengan berakhirnya hubungan, otomatis pelarian kita selanjutnya adalah keluarga dan teman. Biasanya.
  3. Single, membuka jalan kita untuk memperluas jaringan pertemanan, tanpa ada embel-embel “takut sama pacar”.
  4. Single, akan membuat pulsa dan waktu kita untuk wajib lapor semakin berkurang.

Oke, istirahat dulu.. (kira-kira 5 menit)

Yak, lanjut! Sekarang kerugiannya. Inilah dia:

  1. Single, akan membuat kita sendiri. Itu sudah pasti. Dan akibatnya? Kalo uda terbiasa pacaran, ini seperti kehilangan penyemangat hidup. Mengerikan? Engga juga. Tapi menakutkan.
  2. Single, akan mengakibatkan dompet mengempis. “Kenapa?” Santai.. Nomer yang ini cuma untuk mereka yang bergantung kepada penghasilan sang pacar.
  3. Single, membuat pulsa dan waktu kita untuk wajib lapor semakin berkurang. “Sob, bukannya di atas itu merupakan keuntungan?” Ember. Beberapa orang, wajib lapor itu merupakan hobi. Jadi dia merasa dengan menjadi single, hobinya tak tersalurkan, kecuali teman-temannya rela untuk dikabarkan setiap saat.
  4. Single, akan menambah pertanyaan susah dalam hidupmu. Maksudnya? Orang single akan kesusahan saat mendapat pertanyaan, “Sekarang pacarnya siapa?”. Dan yang lebih berat lagi saat mendapat pertanyaan, “Kapan nikah?”. “Nantilah, belum kepikiran.” Dan akan ada pertanyaan, “Sekarang pacarnya siapa?”. 2 pertanyaan susah yang terkait.
  5. Single, membuat tujuan hidupmu semakin jauh. Apalagi ini? Saya teringat kata guru Agama saya dulu, “Orang hidup di dunia ini tujuannta untuk mencari keturunan.” Sudah jelas kan?
  6. Dan sebenarnya masih banyak lagi.

Jadi kesimpulannya, lebih enak mana? Jawabannya tergantung. Jika ternyata kamu merasa masalah yang ditimbulkan dengan pacar lebih merugikan dibandingkan kerugian menjadi single, jadilah single. Tapi jika karena hanya karena masalah-masalah ABG saat ini yang biasanya mengakibatkan putus-nyambung-putus-nyambung, lebih baik jangan menjadi single. Dan dengan membuat status “I’m single and very happy”, “Single and free like a bird”, “Single I’m okay”  itu ga akan membuat kamu terlihat enjoy dengan status single, justru sebaliknya. Keadaan sebenarnya adalah kamu sedang menunjukkan ketidak-kuatan kamu dengan situasi ini.

Tapi kalo dilihat dari sifat dasar manusia, ga ada manusia yang kuat bertahan lama dengan status single. Itu menurut saya.. “Terus, kenapa masih bertahan single?” Masalah barunya, memilih pasangan benar-benar cocok, biar ga kejadian lagi untuk menjadi single.


(Dunia Menurut Saya – dektriwriteson.wordpress.com)

Single Post Navigation

2 thoughts on “Single I’m Okay!

  1. Gerizal on said:

    Aku single kerana Allah.

    Bukan aku jual mahal. Sibuk atau cerewet memilih. Tidak pula aku takut bercinta atau belum bersedia. Aku juga bukan menunggu seseorang atau menanti calon pilihan ibubapa.

    Aku tetap aku.

    Cinta bagi aku bukan mudah untuk dilafazkan pada sesiapa, bila-bila masa, atau di mana jua. Perkataan cinta terlalu dalam, mahal dan berharga untuk diserahkan. Tidak ingin dikotori dengan debu hawa nafsu atau dinodai oleh cinta islamik yang palsu.

    Aku khuatir cinta manusia moden. Bahkan cinta islamik.

    Begitu murah. Mudahnya cinta diucapkan. Mudahnya bibir melafaz aku jatuh cinta padamu. Mudahnya menulis message cinta. Ironinya, cinta kerana Allah, tetapi hakikatnya?

    Adakah manusia benar-benar mengerti. Benar-benar memahami takrif cinta kerana Allah?
    Bagaimana kita mahu mengenal pasti cinta kerana Allah?

    Benar. Hati orang bukannya boleh dibaca. Ada juga yang lebih mengenali orang lain daripada diri sendiri. Lalu tertanya sendirian, keliru dengan kehendak hati, lalu berteka-teki sendirian..

    “Adakah aku benar-benar yakin bercinta dengannya kerana Allah?”

    Tanyalah kepada diri.

    Apakah dosa atau ketaatan yang telah dilakukan sehingga melayakkan diri menerima ungkapan “aku cinta dirinya kerana Allah!”

    Ramai manusia tewas. Apabila berhadapan dengan lelaki atau wanita yang mengucapkan kata-kata cinta yang suci menggunakan nama Allah SWT, mereka lupa dan terburu-buru untuk melihat dan menilai dengan kaca mata iman.

    Apakah ianya membawa fitnah dan kelalaian atau memberikan manfaat kebaikan dan menjauhkan diri daripada dosa? Apakah cinta tersebut mendekatkan diri kepada Allah? Benarkah cinta tulus dan ikhlas untuk disambut dan dibelai dengan kasih?

    Aku percaya.

    Allah mengurniakan cinta kepada manusia. Pasti bukan untuk disia-siakan. Sewajarnya, manusia perlu memurnikan kembali pandangan terhadap cinta.

    Cinta bukan matlamat. Hidup ini bukan untuk cinta semata-mata. Cinta hanya alat. Allahlah segala matlamat.

    Tidaklah Allah mengurniakan cinta itu, melainkan agar ia memudahkan manusia mencapai matlamat hidup kita.
    Apa matlamat hidup kita?

    “Dan tidak aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu.” – (Surah Adz-Dzariyat, 51: 56)

    Dan aku tetap aku.

    Aku amat amat menghormati perasaan cinta dan hubungan terjalin antara adam dan hawa. Selagi bukan masanya, aku teguh berpegang bahawa “berfikir tentang umat berkali ganda lebih baik daripada berfikir tentang soal hati!”.

    Diceritakan suatu hari, Rasulullah sedang duduk bersendirian. Tetiba, baginda menitiskan air mata, menangis teresak-esak sehingga basah janggut baginda. Menyedari kejadian itu, para sahabat mendekati baginda dan bertanya mengapa baginda menangis. Lalu Rasulullah menjawab “Aku sedang memikirkan nasib ummatku”.

    Begitu sekali Rasulullah memikirkan keadaan umat. Bandingkan dengan kita, apa yang sering bermain di fikiran? Di manakah letaknya agenda umat dalam kotak pemikiran kita? Mendahului kepentingan peribadi?

    Inilah sikap dan pemikiran yang individualistik.

    Lupakah kita pada hadis nabi, ”Barang siapa tidak ambil berat urusan umat Islam, dia bukan dari kalanganku”?

    Fikir jauh lagi. Berfikir secara futuristik.
    Dan aku tetap aku. Aku single kerana Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: